3 Tahun

27 November 2013, 11.36 p.m.

That's the time I started writing this post. By the time, I finish it later, mungkin udah tanggal 28 November, tepat 3 tahunnya gue sama Kochan. We've been together for 3 years dan itu bukan waktu yang sebentar, indeed! Tepat sebelum gue nulis tulisan ini, gue baru aja selese nonton No Strings Attached. And the movie just made me realize that we can't control who we love and how to fall in love. Yes, we can't! ditebelin plus digaris bawahin!

Dan kesadaran ini ngebikin gue reminiscing aja tentang how our relationship started :) The first time we met itu jauh lebih lama dari 3 tahun yang lalu.. Kochan saw me as "just another Maba-ku". And I? Kochan was also just another my senior.. No strings attached! ;)

But God works in super mysterious way! Siapa sangka orang yang sempet gue jauh-jauhin gara-gara sebel ngeliat dia suka ngedebatin orang muluk akhirnya jadi satu-satunya orang terdekat 3 tahun ini.. Siapa sangka orang yang pernah bikin gue sesenggukan di Camp Regenerasi Pengurus PMK gara-gara denger komentar nyelekitnya dia tentang ketetuaan gue tahun itu bisa jadi orang yang selalu ngasih semua yang terbaik buat gue selama 3 tahun ini. Ga ada yang nyangka. Bahkan gue sama Kochan pun engga nyangka :)

During these 3 years, we learn to understand each other deeper and deeper sampe stress gegara terlalu banyak perbedaan di antara kita Yang satu suka hingar bingar, satunya suka yang tenang-tenang. Yang satu suka jajan di luar, satunya lebih suka masak di rumah. Yang satu senengnya suka jatohin semua barang yang dipegang, satunya seneng banget ngejaga barang yang dipunya sepenuh hati. Yang satu kuat melek semaleman, satunya pasti udah 5 watt waktu jarum jam di angka 10. Yang satu punya prinsip yang super teguh, satunya lagi gampang banget terombang-ambingkan. Yang satu pengen ke Jepang, satunya lebih pengen ke Amerika. Yang satu mendewa-dewakan gelar pendidikan, satunya lagi nganggep gelar itu bullshit. Yang satu mainstream banget, satunya anti mainstream sampe beda banget semua-muanya sama orang kebanyakan. Wadohh, kayaknya yang sama itu cuma sama-sama suka nonton film sih :D 

Tapi itulah yang bikin kita bisa barengan sampe selama ini. Perbedaan. Kochan punya sifat-sifat dan kebiasaan yang I'd die to have it, tapi gue ga bisa nerapin itu ke kehidupan gue. And so does Kochan. We complete each other. Kochan ngisi kekurangan gue dan kelebihan gue ngisi kekurangan Kochan. Sounds cliche, but it's definitely true. Jadi gue suka heran aja sama pasangan yang nyerah sama perbedaan, asal bukan beda tempat ibadah, perbedaan itu indah ko, walaupun kadang emang suka bikin perang sih. Ga bisa bohong, gue sama Kochan pernah ngalamin bulan-bulan yang dipenuhi dengan berantem sama adu mulut hampir setiap hari gara-gara beda prinsip dan kebiasaan. Tapi dengan cara itu, kita bisa saling sama-sama tau cara pandang masing-masing terhadap suatu hal walaupun dengan cara ngotot-ngototan.Toh pada akhirnya, hampir semua masalah punya jalan tengahnya. Dan memang dalam beberapa cases, harus ada toleransi tingkat tinggi dan hati yang sangat-sangat besar demi ngedapetin jalan tengah. Building relationship is not easy, we all know that. So, why'd you easily give up?

Di tahun ke 3 ini sebenernya gue mau bikin sesuatu yang spekatkuler buat ngerayain, macam video stop motion atau time lapse romantis. Tapi ternyata terhalang dengan kemalasan belajar software baru. So, here it is.. I'm here with my number-one skill, writing :)

Happy 3rd anniversary sayang. Terus berbagi mimpi sama aku ya.. Terus bareng-bareng sama aku nambah list film yang udah pernah ditonton.. Dan yang terutama, keep hold my hand while standing against the world :)

Share:

0 comments