Belajar dari "Belajar Seperti Pensil"

Malam telah terlewati, namun disebut pagi pun belum bisa.
Hm..begitulah deskripsiku bagi sang waktu saat ini, pukul 01.36 dini hari, 16 Desember 2012..

Sebuah catatan lain tentang LDR ( Long Distance Relationship ~ Hubungan Jarak Jauh ) yang sedang kita jalani, akhirnya tertuang lagi di sehelai laman ChandrAtalya's Story. Sebuah jeritan hati yang disambut oleh tuts virtual Pico Pad digenggaman tanganku...

...
...

Tadi malam merupakan detik-detik yang penuh kesedihan buat hubungan jarak jauh kita. Walaupun akhirnya aku tahu bahwa ini adalah salah satu akibat kesalahpahaman, walaupun aku tahu bahwa hubungan jarak jauh bisa mengakibatkan kesedihan,, ,,namun aku ga menyangka bahwa itu akan menjadi sangat menyedihkan seperti tadi.

Namun aku bersyukur saat akhirnya aku mengetahui bahwa kita berdua sama-sama ga bisa tidur memikirkan ini,, kita berdua sama-sama ga tenang kalo malam ini berlalu tanpa ada kedamaian di hati kita,, kita berdua sama-sama pengen ngobrol dan selesaikan ini,, kita berdua sama-sama yakin kalau cinta kita akan mampukan kita lewati semua ini.. dan akhirnya itu semua membawa kita untuk menjernihkan kesesakan itu bersama-sama.. :-)

Usai obrolan kita di telepon, aku kembali ke kamar dan secara reflek langsung menyambar bebek putihku yang tergeletak di meja.. ~ oops,, maksudku Blackberry, bukan bebek beneran...  :-P

Beberapa kali sapuan pada trackpad membawaku pada inbox BBM dari seorang teman kita, Intan Nilasari. Rupanya beberapa jam yang lalu, Intan mengirim sebuah pesan bijak yang saat ini kubaca, dan membuatku belajar sesuatu tentang hubungan kita, terutama setelah apa yang kita alami malam ini. Memang pesan ini ditujukan untuk hal-hal general dalam kehidupan kita, itu sebabnya aku dapat menangkap makna yang terlihat dari sudut pandang hubungan kita.

Sekarang, aku ingin berbagi apa yang baru saja kudapatkan di blog kita berdua.. :-)

...
...

Berjudul " Belajar seperti Pensil", pesan BBM itu berbicara tentang 5 Kualitas Pensil.

1. Pensil mengingatkanmu bahwa kamu bisa berbuat hal yg luar biasa. Layaknya sbuah pensil ketika menulis, jgn pernah lupa klo ada tangan yg slalu membimbing langkahmu dlm hidup. Kita menyebutnya Tuhan.

Dalam menjalani hubungan ini, kita uda lewati banyak hal bersama-sama sejak dua tahun lebih yang lalu. Dimasa penuh suka, kita belajar untuk saling sirami cinta yang tumbuh subur di hati kita, belajar untuk melakukan semua yang terbaik bagi hubungan kita, dan selalu mengingat bahwa hubungan ini adalah anugerah-Nya. Kita dibawa untuk memahami bahwa hubungan kita dilandasi oleh cinta Allah-chandra-atalya. Tanpa salah satu dari ketiga pribadi tersebut, hubungan kita tidak akan pernah menjadi hubungan yang sejati, sebuah hubungan indah yang ada didalam kedaulatan Allah.

2. Dlm menulis, kadang kita perlu brhenti n menggunakan rautan untuk menajamkan kembali pensil. Rautan akan mmbuat pensil menderita. Namun, stelah meraut, pensil akan tajam. Dlm hidup kita hrs brani menerima penderitaan, krna itu akan membuat kita lebih baik.

Masa-masa indah dan bahagia bisa membuat kita lupa diri dan lemah terhadap si jahat yang berusaha merusak hubungan kita. Iblis ga ingin anak-anak Allah terus berada di pangkuanNya. Hubungan pribadi pria-wanita adalah sasaran utama si jahat. Kehancuran hubungan adalah tujuannya. Itulah sebabnya Allah ijinkan kesulitan dan duka menerpa hubungan kita. Di saat masalah menghadang, kita belajar untuk bentengi cinta dari situasi-situasi yang meretakkannya. Kita belajar untuk menerima kesedihan dan duka sebagai moment untuk menjaga hubungan yang telah dianugerahkan Allah dengan sebaik-baiknya. Hasil dari setiap pelajaran berharga dari ujian-ujian ini selalu berupa hubungan yang makin sempurna.

3. Pensil sllu memberikan kita kesempatan untuk menggunakan penghapus untuk memperbaiki kata2 yg salah. Krna itu, mmperbaiki kesalahan kita, bukanlah hal yg jelek. Itu mmbuat kita ttp brada djln yg benar.

Setiap pribadi yang terlibat dalam relasi percintaan tetaplah manusia yang tidak lepas dari kesalahan, demikian juga aku dan kamu. Tidak jarang kita melakukan hal yang menyakitkan satu sama lain. Pensil berharap kita mau seperti dirinya, yang mau berusaha untuk memperbaiki apa yang dilakukan dengan salah. Kata-kata, sikap, pola pikir, keputusan, dan rencana-rencana; Allah selalu berikan kesempatan untuk perbaiki kesalahan di semua hal itu. Bagian kitalah untuk belajar dari pensil dan memperbaikinya demi hubungan yang makin sempurna.

4. Bagian terpenting dr pensil bkn bagian luar, ttp arang yg ad dbagian dlm. Sebab itu, slalu menyadari hal2 dlm diri kita. Introspeksi diri n jgn menyalahkan org lain tlbih dhulu.

Benteng cinta kita boleh jadi sekuat baja saat ini, sehingga Legion si jahat pun tak mampu menembusnya dari luar. Namun pensil ingatkan untuk selalu waspada terhadap egoisme. Cinta akan diri sendiri adalah satu-satunya akar permasalahan yang bukan berasal dari luar, dari si jahat, tapi datang dari dalam setiap insan, dari diri kita sendiri. Meskipun hanya satu, namun ego adalah hal yang paling berbahaya dibanding semua pencobaan dari luar. Keretakan di dalam lah yang menyebabkan benteng cinta kita melemah, dan berikan kesempatan bagi si jahat untuk mendobrak. Sedikit demi sedikit memang, tapi pasti dan tak pernah berhenti. Seperti halnya hanya satu saja akar bahaya ini, demikian pula hanya satu eliksir yang mampu mengatasinya, sebuah eliksir yang telah Allah tanamkan dalam hati setiap kita, yaitu kemampuan untuk mengasihi dan berkorban bagi orang lain, mengasihi dan berkorban buat pasangan kita lebih dari buat diri kita sendiri.

5. Sbuah pensil selalu meninggalkan goresan/tanda. Sperti juga kita, kita hrs sadar klo apa pun yg kita perbuat dlm hidup ini akan meninggalkan kesan. Krna itu, selalu hati2 n sadar terhadap smua tindakan agar tdk menyakiti org lain.

Tidak lupa si pensil memberikan peringatan terakhir, semacam buku manual seperti yang kita dapat kalo beli hape ato semacamnya, yaitu manual untuk berhati-hati dalam menjalani hubungan kita. Buku manual hubungan kita bukan hasil cetakan pabrik ato fotocopy-an dari hubungan orang lain, melainkan dari bimbingan Allah, terpaan masalah, perbaikan kesalahan, introspeksi diri, dan evaluasi setiap hasil dari hal-hal positif dan negatif yang terjadi dalam hubungan kita. Pensil tahu bahwa perbuatan boleh berlalu, namun memori tentang itu tidak akan pernah hilang dan akan tercetak di buku manual kita. Itu sebabnya kita perlu belajar lagi untuk lebih berhati-hati agar yang tercetak di buku manual hubungan kita tidak didominasi oleh memori-memori yang menyakitkan.

Akhir kata, pensil bilang, "semua itu bukan hal mudah. Kalo uda baca sampai poin ke-5 tapi masih bingung dan frustasi,, baca lagi poin ke-1, yaitu ada Allah yang membimbing, sehingga ga putus asa dan teruskan lagi ke poin-2 dan demikian seterusnya."
:-)

...
...

Hoooooaaaahhhmmmmnnnn... +_+
Mataku wes kliyap-kliyep...
Ini memang masih waktu buat mata terpejam.
Tapi gapapa, at least aku uda berbagi tentang kita..untuk kita..untuk semua..
:-)

Credit goes to...

papi JC yang bukakan hati dan pikiranku untuk sikapi malam ini dengan sikap hati dan pikiran yang jernih.. :-)

Sayangku yang meneguhkan ku akan cinta sejati kita melalui ketidak-bisa-bobo-an sayang pas kita lagi ada problem.. :-*

Intan yang kasih pensil buat jadi bahan perenungan mendalam untuk membuat Manual Book-nya ChandrAtalya's Story agar penuh dengan jejak positif.. :-)

...

Be blessed .. ..

Share:

0 comments